Tuesday, 21 April 2020

Ternyata Ini Alasan Kenapa Anda Tidak Perlu Panik dalam Melawan Virus Corona

Kehadiran virus corona atau coronavirus memang cukup memberikan dampak yang cukup besar pada kehidupan sehari-hari masyarakat di seluruh dunia. Karena dampak penyebaran virus ini tidak hanya pada kesehatan saja, namun berbagai kegiatan mulai dari ekonomi, sosial, dll juga harus mengalami perubahan untuk sementara waktu. Banyak usaha yang harus tutup sementara waktu karena mesti melakukan anjuran pemerintah dalam mengurangi dampak penyebaran virus yang semakin meluas dengan menghindari kerumunan. Sehingga tak heran, banyak sekali aktivitas ekonomis yang terpaksa berhenti dengan imbasnya pekerja pun juga harus dirumahkan.

Tak hanya itu saja, sejak datangnya coronavirus ini juga menimbulkan fenomena panic buying oleh masyarakat. Dimana mereka berbondong-bondong membeli seluruh kebutuhan pokok dan juga kebutuhan kebersihan dalam jumlah yang besar. Bagi yang sudah berkeluarga, dampak corona mungkin lebih terasa terlebih bagi yang sumber penghasilannya dari bekerja pada perusahaan orang lain. Karena ketika menghadapi pandemi corona, pendapatan bisa saja berkurang karena harus dirumahkan.

Ternyata Ini Alasan Kenapa Anda Tidak Perlu Panik dalam Melawan Virus Corona
image source bobobox

Rasa panik dan cemas dalam menghadapi pandemic corona yang tidak pasti kapan berakhirnya ini memang normal terjadi. Namun yang tidak baik adalah jika panik dan cemas yang melanda Anda terjadi secara berlebihan. Karena yang dibutuhkan saat ini justru sikap tenang dan waspada agar bisa memperkecil kemungkinan penyebaran virus corona. Anda tidak perlu panik berlebihan dalam menghadapi corona lantaran berbagai alasan berikut ini.

  • Situasi coronavirus di China sudah membaik.

Seperti yang kita ketahui, kasus corona pertama kali muncul di kota Wuhan, China. Sejak kemunculan ini, China kemudian melakukan kontrol kuat dan langkah-langkah isolasi. Hasilnya kini jumlah kasus yang didiagnosis setiap hari semakin menurun. Bersamaan dengan hal ini beberapa rumah sakit darurat yang diperbantukan pun sudah ditutup karena tingkat kesembuhan pasien corona yang meningkat.

  • Sekitar 80% kasus corona tergolong ringan.

Dari beberapa kasus corona baru sekitar 81 % tidak menunjukkan gejala dan ada yang bergejala ringan. Namun memang tidak bisa dipungkiri sekitar 14% bisa menyebabkan pneumonia berat dan 5% sisanya mengalami kondisi kritis dan fatal. Namun sejauh ini tingkat kesembuhan terbilang lebih tinggi dibandingkan kematian. Sehingga kita perlu optimis bisa melawan coronavirus ini.

  • Efek yang lebih ringan pada anak-anak.

Virus yang bisa menyerang siapa saja ini memang bisa menginfeksi pada anak-anak juga. Namun untuk kasus yang menyerang pada anak-anak terbilang lebih rendah dengan gejala yang ringan juga.

  • Virus dapat dibersihkan dan dicegah.

Meskipun penyebarannya masih, namun corona bisa secara efektif dinonaktifkan dari permukaan dengan larutan etanol (62%-72% alkohol), hydrogen peroksida (0,5% hydrogen peroksida), atau natrium hipoklorit )0,1% pemutih) dalam waktu sekitar semenit saja. Selain itu, virus ini juga bisa dicegah penyebarannya dengan sering mencuci tangan menggunakan air bersih mengalir dan sabun.

  • Sudah ada prototype dan ujicoba vaksin.

Sejak kemunculan virus ini, banyak para ahli dari berbagai belahan dunia yang berusaha untuk menciptakan vaksin dan obat yang bisa digunakan untuk mengatasi COVID-19. Selain itu, juga sudah mulai dilakukan ujicoba untuk mengetahui aman dan tidaknya vaksin digunakan.


Selain berbagai alasan tersebut, rasa panik berlebihan dalam menghadapi virus corona tidak disarankan lantaran bisa menurunkan daya tahan tubuh. Padahal pada kondisi pandemic corona ini penting menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi dengan berbagai kuman, bakteri, dan virus.

No comments:
Write comments