Tuesday, 10 April 2018

Keragaman Hayati Semenanjung Kampar Berkembang Berkat Program Dukungan RGE

Salah satu anak perusahaan Royal Golden Eagle (RGE), Grup APRIL, memberi dukungan terhadap Restorasi Ekosistem Riau (RER). Berkat itu, keragaman hayati di kawasan Semenanjung Kampar kian berkembang.

Source: APRIL Asia

APRIL adalah unit bisnis bagian RGE yang bergerak dalam industri pulp dan kertas. Dengan kapasitas produksi pulp mencapai 2,8 juta ton dan kertas sekitar 850 ribu ton per tahun, mereka termasuk salah satu perusahaan terbesar dunia di industrinya.
Sebagai bagian dari Royal Golden Eagle, APRIL juga aktif mendukung segala bentuk perlindungan alam. Selain menjalan proses produksi yang bertanggung jawab terhadap alam, mereka mau memberikan dukungan kepada aksi serupa dari pihak lain.

Salah satunya adalah program RER. Melalui kegiatan ini, area hutan gambut di kawasan Semenanjung Kampar yang sudah terdegradasi dipulihkan lagi.

RER merupakan bentuk nyata dari kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk kegiatan restorasi dan konservasi alam. APRIL bekerja sama dengan Fauna & Flora International (FFI), Bidara, dan The Nature Conservancy (TNC) untuk menjalankan RER.

Anak perusahaan Royal Golden Eagle melakukannya sejak 2013. Mereka menggunakan izin eco-restorasi dari Kementerian Kehutanan selama 60 tahun untuk melindungi, mengkaji, merestorasi dan mengelola sekitar 150,000 hektar hutan gambut yang telah terdegradasi di Semenanjung Kampar.

Dalam pelaksanaan, RER menggunakan pendekatan bentang alam. Mereka pun menjalin kerja sama dengan para pemangku kepentingan seperti masyarakat supaya program lebih efektif.

APRIL bahkan rela mengucurkan dana 100 juta dolar Amerika Serikat untuk sepuluh tahun demi mendukung RER. Mereka ingin salah satu lahan gambut terluas di Asia ini bisa pulih seperti sedia kala.

Upaya serius dalam RER tampaknya mulai membuahkan hasil. Keragaman hayati di sana meningkat. Hal itu terindikasi dari sejumlah temuan yang memperlihatkan peningkatan populasi fauna atau keberadaan mereka yang terdeteksi di sana.

Laporan RER pada akhir tahun 2017. Mereka memaparkan bahwa sejumlah spesies burung yang terancam punah terdeteksi ada di kawasan Semenanjung Kampar.

Program yang didukung oleh APRIL tersebut melakukan riset untuk mendata spesies burung di area cakupan RER selama 2017. Mereka menemukan bahwa 299 spesies burung terdapat di Semenanjung Kampar.

Hasil ini sangat luar biasa. Pada 2004, Birdlife International melakukan pencatatan serupa di kawasan yang sama. Mereka hanya menemukan 128 spesies burung. Ini berarti ada peningkatan hingga 133 persen pada saat ini.

RER menyebutkan dari 299 spesies yang terdata, sebanyak 241 spesies atau sekitar 81 persen di antaranya merupakan penghuni asli Semenanjung Kampar. Sementara itu, sebanyak 49 spesies atau 16 persennya merupakan burung migrasi. Sisanya belum bisa ditentukan asalnya secara pasti.

Fakta ini dianggap sebagai sebuah bukti peningkatan keragaman hayati di Semenanjung Kampar. Jika tidak, burung-burung tidak akan mudah ditemui lagi di sana.

“Keberadaan hutan yang luas dalam jangka panjang menghadirkan ekosistem yang sehat bagi sejumlah spesies burung yang sensitif. Hutan yang lebat itu membantu spesies tertentu mengatasi gangguan dan dampak negatif seperti keberadaan manusia ataupun kebisingan,” ucap Conservation Officer RER Prayitno Goenarto.

Peningkatan spesies burung di sana hanya salah satu bukti keragaman hayati yang kian membaik. Bukti lain masih bisa dikedepankan. Beberapa contohnya adalah keberadaan sejumlah spesies fauna lain yang tertangkap dalam kamera jebakan RER.
Awal 2018, RER melaporkan sejumlah temuan menarik dari kamera jebakan yang dipasang. Mereka menemukan beberapa fauna seperti beruang matahari, leopard sunda, hingga harimau sumatra di Semenanjung Kampar. Binatang lain seperti rusa, trenggiling, babi hutan, hingga berbagai jenis reptil juga ditemukan di sana.

Bahkan RER juga bisa mengabadikan seekor buaya berukuran besar di Semenanjung Kampar. Hal itu menandakan bahwa kondisi alam di sana semakin baik. Banyak spesies berbeda yang ditemui sebagai bukti peningkatan keanekaragaman hayati.

WUJUD NYATA PERLINDUNGAN ALAM


Source: APRIL Asia

APRIL menilai RER merupakan wujud nyata dalam upaya perlindungan alam. Sebagai bagian dari grup Royal Golden Eagle, mereka merasa terpanggil untuk melakukannya.

Selama ini pihak swasta seperti mereka kerap mendapat tudingan miring. Mereka dianggap tidak peduli terhadap kelestarian alam. Namun, APRIL ingin memperlihatkan bahwa anggapan tersebut tidak tepat. Dukungan terhadap RER merupakan salah satu bentuk konkretnya.


RGE melihat dukungan APRIL terhadap RER sebagai bentuk investasi. Grup yang berdiri dengan nama awal Raja Garuda Mas ini selalu menilai bahwa alam yang terjaga pasti akan memberikan hasil yang jauh lebih besar dibanding ketika dirusak dan dieksploitasi belaka.

Bukan hanya itu, RGE juga memandang RER sebagai contoh bagus pendekatan bentang alam yang inklusif. Partisipasi aktif masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak dalam perlindungan lingkungan dirasa efektif.

Hal itu terbukti dari peningkatan keragaman hayati di Semenanjung Kampar sesudah RER dilaksanakan. Pencapaian itu dapat diraih berkat upaya menggandeng masyarakat dan pemangku kepentingan dalam upaya restorasi.

Kini, masyarakat bisa memanfaatkan hutan untuk penghidupan. Namun, mereka juga berkepentingan untuk melindunginya supaya manfaatnya bisa terus dinikmati.

“Kami terus belajar dari pengalaman dan mengembangkan pendekatan demi memberikan manfaat bagi lingkungan, kesempatan ekonomi melalui peluang kerja dan pembangunan infrastruktur, sekaligus memberikan faedah bagi masyarakat lokal,” kata Direktur RGE Anderson Tanoto.

Secara khusus, RER menghadirkan peluang kerja. Tercatat ada sekitar 22 ribu orang yang turut berkiprah di sana. Tak aneh program ini dirasa mampu memulihkan kondisi hutan gambut di Semenanjung Kampar yang selama ini sudah rusak.

APRIL melaksanakan filosofi bisnis 5C yang dicanangkan oleh pendiri Royal Golden Eagle, Sukanto Tanoto. Sejak mendirikan grup RGE dengan nama awal Raja Garuda Mas, ia memang ingin membuat perusahaannya bermanfaat untuk pihak lain.


Bagi Sukanto Tanoto, perlindungan alam bukanlah beban. Ia malah melihatnya sebagai sebuah investasi yang berguna bagi Royal Golden Eagle.

"Saya selalu percaya bahwa perlindungan lingkungan seharusnya tidak menjadi beban bagi perusahaan, tapi justru menjadi sebuah sumber daya yang kaya bagi perusahaan sepanjang hal itu dilakukan dengan perilaku yang baik dan komprehensif. Saya akan mengeluarkan uang untuk proteksi lingkungan, serta melakukan riset dan mengkajinya," kata Sukanto Tanoto.

Tidak aneh APRIL mau mengeluarkan dana besar untuk perlindungan alam seperti RER. Mereka konsisten memberi dukungan supaya alam bisa terlindungi dengan baik.

No comments:
Write comments