Friday, 23 February 2018

Cara Paling Tepat untuk Merawat Speaker Aktif

Sekarang ini speaker aktif telah menjadi suatu alat yang memang dimiliki oleh kebanyakan orang untuk sarana hiburan. Speaker satu ini memang memiliki jenis yang lebih baik dibandingkan dengan speaker lainnya pasalnya speaker ini tidak begitu ribet, tidak harus dipasangkan dengan speaker lainnya, dan tidak mahal. Orang lebih senang menggunakan speaker dengan jenis aktif karena memang memiliki banyak keunggulan. Akan tetapi, banyak sekali orang yang memiliki perangkat istimewa satu ini, tanpa bisa merawatnya dengan cara yang benar.


Mungkin tidak wajib untuk merawat dan memelihara speaker aktif. Namun jika tidak rawat dan dipelihara dengan baik, speaker akan mudah sekali rusak dan tidak bisa dipakai. Hal ini berlaku bukan hanya untuk speaker saja. Melainkan untuk semua perangkat teknologi yang dimiliki. Sehingga agar speaker yang Anda miliki dapat awet dan tahan lama hingga jangka waktu yang panjang. Anda perlu pintar-pintar menggunakan dan merawatnya. Disini ada beberapa cara untuk merawat speaker dengan jenis aktif, supaya lebih awet dan tahan lama.  Cara-cara tersebut ialah:

  • Ketahui spesifikasi speaker terlebih dahulu
Hal pertama untuk merawat dan memelihara speaker, yaitu dengan cara mengetahui apa saja komponen dan spesifikasi yang ada di dalam speaker. Misalnya saja seperti apakah memiliki 2 jalur, atau 3 jalur. Karena setiap jalur memiliki frekuensi yang berbeda. Dimana 2 way bisa dimainkan pada frekuensi rendah. Dan 3 way bisa dimainkan pada frekuensi yang rendah, tengah, dan tinggi. Sehingga lebih ketahui spesifikasi apa saja yang ada di dalam speaker tersebut.

  • Hindari feedback
Mungkin Anda sering mendengar dengung yang sakit pada speaker saat microphone tertancap atau dekat dengan posisi speaker. Inilah yang dinamakan dengan feedback. Sebenarnya hal itu bukanlah hal yang bagus, karena akan membuat speaker mudah rusak. Untuk itu Anda perlu menjauhkan microphone atau mengecilkan volume speaker sebelum menghubungkan antara jack dengan speaker.

  • Jangan menghubungkan kabel dalam keadaan on
Pada umumnya speaker terdiri dari 2 kotak. Dimana ada yang bagian kanan dan ada bagian kiri. Salah satu dari kotak tersebut, adalah speaker pasif yang digunakan untuk mendapatkan koneksi menggunakan kebal. Apabila Anda ingin menggunakan, sebelumnya lebih baik matikan terlebih dahulu speaker. Ini berfungsi agar tidak terjadi dengung yang berdaya tinggi. Karena jika dengung yang diciptakan berdaya tinggi, maka speaker bisa jadi langsung mudah rusak. Untuk itu matikan terlebih dahulu speakernya, saat ingin menghubungkan kabel apapun.

  • Jangan menghubungkan perangkat lain dalam keadaan on
Karena pada dasarnya speaker digunakan untuk memperkeras suatu suara. Maka terkadang speaker disambungkan kepada dvd, komputer, laptop, dan hal lain sebagainya. agar menghindari feedback yang terjadi, dan sudah dipastikan bahwa feedback membuat speaker mudah rusak. Sehingga alangkah lebih baiknya jika mematikan speaker terlebih dahulu. Jika sudah disambungkan, dan telah dinyalakan perangkat lain tersebut. Maka Anda bisa mengaktifkan speaker Anda.

  • Jangan menseting frekuensi dengan sangat rendah
Berdasarkan tipe frekuensi yang bisa dicover speaker, maka telah terbagi menjadi 3 tipe. Yang mana ada woofer, kemudian midrange, dan tweeter. Masing-masing tipe memiliki karakter berbeda, contohnya woofer khusus nada rendah dan bass. Untuk pengaturan nada rendah dan tinggi, tone control yang digunakan. Dimana tone control bisa diatur kekuatan bass dan treble nya. Maka agar feedback tidak terjadi, hindari mengatur nada- ada tersebut dengan frekuensi yang begitu rendah. Karena speaker aktif tidak bisa menerima getaran dan membuat cepat rusak.

No comments:
Write comments