Monday, 17 July 2017

Cara Membatasi Penggunaan Gadget Pada Anak

Kecanggihan teknologi saat ini sudah sangat pesat dan sudah digunakan untuk berbagai keperluan manusia. Siapa saja yang ingin maju maka harus berjalan seiring dengan kemajuan teknologi yang tercipta. Namun ada kalanya teknologi justru memberikan pengaruh yang buruk terutama bagi perkembangan anak-anak. Hal ini dipengaruhi oleh trend penggunaan teknologi sehingga tumbuh kembang anak hanya berkutat pada hal-hal yang semu saja tanpa mengindahkan keadaan di lingkungan nyata. Jika dibiarkan maka anak-anak akan kehilangan moment untuk mengasah kepekaan sosial dan rasa tanggung jawabnya terhadap masyarakat dan diri sendiri. Untuk itu cara yang bisa dilakukan orang tua agar sang anak tidak terlalu kecanduan akan teknologi adalah dengan memberikan batasan pada penggunaan gadget .

Smartphone, game controller dan sebagainya adalah perangkat teknologi yang saat ini sepertinya sudah dimiliki oleh sebagian besar orang termasuk anak-anak. sayangnya terkadang para orang tua membelikan anak mereka smartphone atau game controller hanya untuk membuat mereka tidak rewel atau terdiam sehingga ibu atau ayah mereka bisa melakukan pekerjaan tanpa terganggu. Hal ini justru harus dihindarkan karena masa anak-anak adalah masa dimana mereka membutuhkan perhatian lebih untuk membentuk karakter dan jati diri. Anak-anak yang sudah kecanduan teknologi akan merasa cuek terhadap lingkungan sekitar dan hanya mau untuk terus bermain saja. Bagi Anda yang ingin anaknya tumbuh dengan semestinya tanpa ada ketergantungan pada alat bermain, maka ada baiknya menerapkan aturan berikut ini dalam keluarga:

1. Tidak membelikan anak smartphone dan sebagainya saat belum menginjak usia remaja.
Anak usia sekolah dasar sekarang ini sudah banyak yang menggunakan smartphone padahal belum memiliki urgency untuk itu. Komunikasi bisa dilakukan dengan orang tua melalui pemakaian telepon biasa atau bahkan tidak sama sekali karena mereka hanya keluar rumah sendirian saat sedang bersekolah. Di tempat sekolah pun umumnya anak usia sekolah dasar tidak diperbolehkan menggunakan handphone sehingga tidak ada alasan bagi Anda untuk membelikan anak smartphone saat belum menginjak remaja.

2. Menerapkan waktu tanpa smartphone.
Jika Anda memiliki lebih dari satu putra-putri yang masih kecil, maka Anda bisa membelikan mereka satu smartphone wifi only untuk mainan di kala hari libur. Hal ini juga bermaksud agar anak tidak gaptek namun tetap dalam pengawasan orang tua untuk penggunaannya. Smartphone yang digunakan hanya berisi game edukatif saja dan hanya bisa dipinjamkan orang tua saat hari libur secara bergantian untuk semua anak yang masih kecil dalam keluarga. Sedangkan untuk anak remaja, maka hari keluarga misalnya hari Sabtu atau ketika sedang berkumpul makan malam dan sebagainya, berikan aturan tidak boleh membawa smartphone agar tercipta komunikasi 2 arah antara orang tua dan anak dengan lebih efektif.

Itulah cara-cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membatasi penggunaan gadget pada anak-anak mereka agar anak memiliki masa tumbuh kembang yang wajar sehingga memiliki kepekaan sosial dan rasa tanggung jawab. Jangan menggunakan smartphone sebagai cara untuk menjauhkan anak yang rewel agar terdiam. Orang tua juga harus memberikan contoh yang baik bagi anak mereka yaitu dengan mengurangi penggunaan smartphone pada saat berada bersama anak-anak di rumah. Jangan sampai moment kebersamaan keluarga terbuang hanya untuk melakukan update di sosial media yang tidak perlu atau bahkan berkenalan dengan banyak orang yang berujung pada tindak kriminal. Perhatikan penggunaan smartphone anak karena anak pada usia remaja lebih labil dari pada anak kecil dan orang dewasa.


No comments:
Write comments